NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA
Medium adalah tempat untuk menumbuhkan mikroba.
Mikroba memerlukan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan energi, bahan pembangun sel, dan sintesis protoplasma serta bagian-bagian sel lainnya.
Setiap mikroba mempunyai sifat fisiologi tertentu, sehingga memerlukan nutrisi tertentu pula.
Susunan kimia sel mikroba relatif tetap, baik unsur kimia maupun senyawa yang terkandung di dalam sel. Penyusun utama sel adalah C, H, O, N, dan P, yang jumlahnya + 95 % dari berat kering sel, sedangkan sisanya tersusun dari unsur-unsur lain.
Air 80-90 %, dan bagian lain 10-20 % terdiri dari protoplasma, dinding sel, lipida untuk cadangan makanan, polisakarida, polifosfat, dan senyawa lain.
A. Fungsi Nutrisi Untuk Mikroba
Mikroba dapat menggunakan makanannya dalam bentuk padat (tergolong tipe holozoik ) maupun cair (tergolong tipe holofitik). Bahan makanan yang digunakan berfungsi sebagai sumber energi, bahan pembangun sel, dan sebagai aseptor atau donor elektron
Dalam garis besarnya bahan makanan dibagi menjadi tujuh golongan yaitu:
1. Air: Komponen utama sel mikroba dan medium dan sebagai sumber oksigen untuk bahan organik sel pada respirasi dan sebagai pelarut dan alat pengangkut dalam metabolisme.
2. sumber energi: Beberapa sumber energi untuk mikroba yaitu senyawa organik atau anorganik yang dapat dioksidasi dan cahaya matahari.
3. sumber karbon: Berbentuk senyawa organik meliputi karbohidrat, lemak, protein, asam amino, asam organik, garam asam organik, polialkohol, dan sebagainya.
4. sumber aseptor elektron: Proses oksidasi biologi merupakan proses pengambilan dan pemindahan elektron dari substrat. Penangkap elektron ini disebut aseptor elektron, ialah agensia pengoksidasi. Yang dapat berfungsi sebagai aseptor elektron ialah O2, senyawa organik, NO3, NO2, N2O, SO4, CO2, dan Fe3+.
5. sumber mineral: Unsur penyusun utama sel ialah C, O, N, H, dan P dan yang diperlukan sel ialah K, Ca, Mg, Na, S, Cl. Unsur mineral mikro ialah Fe, Mn, Co, Cu, Bo, Zn, Mo, Al, Ni, Va, Sc, Si, Tu, dan sebagainya. Unsur mikro sering terdapat sebagai ikutan (impurities) pada garam unsur makro, dan dapat masuk ke dalam medium melalui kontaminasi tempat medium atau lewat partikel debu.Unsur mineral juga berfungsi untuk mengatur tekanan osmosis, kadar ion H+ (kemasaman, pH), dan potensial oksidasireduksi (redox potential) medium.
6. faktor tumbuh: Faktor tumbuh ialah senyawa organik yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan (sebagai prekursor, atau penyusun bahan sel) dan senyawa ini tidak dapat disintesis dari sumber karbon yang sederhana. Faktor tumbuh sering juga disebut zat tumbuh dan hanya diperlukan dalam jumlah sangat sedikit. Faktor tumbuh digolongkan menjadi asam amino sebagai penyusun protein; basa purin dan pirimidin sebagai penyusun asam nukleat; dan vitamin sebagai gugus prostetis atau bagian aktif dari enzim
7. sumber nitrogen: Mikroba dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk amonium, nitrat, asam amino, protein, dan sebagainya. Jenis senyawa nitrogen yang digunakan tergantung pada jenis jasadnya. Beberapa mikroba dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk gas N2 (zat lemas) udara, mikroba ini disebut mikrobia penambat nitrogen.
B. Penggolongan Mikroba Berdasarkan Nutrisi Dan Oksigen
Berdasarkan Sumber Karbon
1. Jasad Ototrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk anorganik, misalnya CO2 dan senyawa karbonat
1. Jasad Heterotrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk senyawa organik, yang dibedakan menjadi:
a. Jasad Saprofit ialah jasad yang dapat menggunakan bahan organik yang berasal dari sisa jasad hidup atau sisa jasad yang telah mati
b. Jasad Parasit ialah jasad yang hidup di dalam jasad hidup lain dan menggunakan bahan dari jasad inang (hospes)-nya, jasad parasit yang dapat menyebabkan penyakit pada inangnya disebut jasad patogen
Berdasarkan Sumber Energi
1. Jasad Fototrof : jika menggunakan energi cahaya
2. Jasad Khemotrof : jika menggunakan energi dari reaksi kimia
Jika didasarkan atas sumber energi dan karbonnya, maka dikenal jasad Fotoototrof, Fotoheterotrof, Khemoototrof dan Khemoheterotrof.
Berdasarkan Sumber Donor Elektron
1. Jasad Litotrof ialah jasad yang dapat menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa anorganik seperti H2, NH3, H2S, dan S
2. Jasad Organotrof ialah jasad yang menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa organik
Berdasarkan Sumber Energi dan Donor Elektron dikenal jasad fotolitotrof, fotoorganotrof, khemolitotrof, khemoorganotrof.
Berdasarkan Kebutuhan Oksigen
1. Jasad Aerob ialah jasad yang menggunakan oksigen bebas (O2) sebagai satu-satunya aseptor hidrogen yang terakhir dalam proses respirasinya
Jasad Anaerob, sering disebut anaerob obligat ialah jasad yang tidak dap
ak@l ad4l4h seorang mentri yang menasehati, hati adalah raja yang menentukan, harta adalah satu tamu yang akan berangkat, kesenangan adalah satu massa yang akan ditinggalkan.
Kamis, 25 November 2010
BIOGENETIK MIKROBA
BIOGENETIK MIKROBA
Bioenergetik mikroba mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikroba. Mikroba melakukan proses metabolisme yang terdiri atas katabolisme dan anabolisme.
A. Biooksidasi Dan Pemindahan Energi
Energi yang berasal dari cahaya harus diubah menjadi energi kimia sebelum digunakan dalam reaksi endergonik.
Dalam sel, energi kimia terdapat dalam bentuk gugus organik berenergi tinggi. yang mengandung S atau P, Adenosin trifosfat (ATP) salah satu gugus berenergi tinggi yang terpenting.
Energi yang dibebaskan ATP tergantung pada keadaan hidrolisisnya, terutama pH dan kadar reaktan. Meskipun ATP mengandung 2 fosfat berenergi tinggi, dalam reaksi umumnya hanya satu fosfat berenergi tinggi digunakan untuk aktivasi.
Oksidasi dalam sel dikatalisis oleh enzim yang mempunyai kofaktor atau gugus prostetis.
B. Fermentasi
Banyak jasad yang dapat melakukan fermentasi lewat (jalur) rangkaian reaksi kimia tertentu, antara lain melalui jalur:
1. Jalur Emden-Meyerhof-Parnas (EMP).
2. Jalur Entner-Doudoroff (E
3. Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP).
4. Jalur Heterofermentatif bakteri asam laktat.
5. Jalur Metabolisme asam piruvat secara anaerob.
C. Respirasi
Respirasi adalah proses oksidasi biologis dengan O2 sebagai aseptor elektronnya yang terakhir.
Pada jasad eukariotik proses ini terjadi di dalam mitokondria, sedang pada jasad prokariotik terjadi di bawah membran plasma atau pada mesosome.
D. Fotosintesis
Fotosintesis menggunakan cahaya sebagai sumber energi. Proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk mengabsorpsi energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia.
E. Penggunaan Energi Oleh Jasad
Energi digunakan dalam setiap reaksi endergonik dan reaksi eksergonik. Untuk memulai reaksi diperlukan energi aktivasi. Dalam setiap reaksi enzim mempunyai peranan penting. Proses yang memerlukan energi antara lain proses biosintesis molekul kecil dan molekul makro, yang akhirnya menuju ke pertumbuhan dan pembiakan; penyerapan unsur makanan, gerak, dan sebagainya.
F. Katabolisme Makromolekul
Terjadi proses peruraian, antara lain:
1. Peruraian Karbohidrat
2. Peruraian Lemak
3. Peruraian Protein
4. Peruraian Asam Nukleat
Dibantu oleh enzim, dan selanjutnya dimetabolisme lewat siklus Krebs
Bioenergetik mikroba mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikroba. Mikroba melakukan proses metabolisme yang terdiri atas katabolisme dan anabolisme.
A. Biooksidasi Dan Pemindahan Energi
Energi yang berasal dari cahaya harus diubah menjadi energi kimia sebelum digunakan dalam reaksi endergonik.
Dalam sel, energi kimia terdapat dalam bentuk gugus organik berenergi tinggi. yang mengandung S atau P, Adenosin trifosfat (ATP) salah satu gugus berenergi tinggi yang terpenting.
Energi yang dibebaskan ATP tergantung pada keadaan hidrolisisnya, terutama pH dan kadar reaktan. Meskipun ATP mengandung 2 fosfat berenergi tinggi, dalam reaksi umumnya hanya satu fosfat berenergi tinggi digunakan untuk aktivasi.
Oksidasi dalam sel dikatalisis oleh enzim yang mempunyai kofaktor atau gugus prostetis.
B. Fermentasi
Banyak jasad yang dapat melakukan fermentasi lewat (jalur) rangkaian reaksi kimia tertentu, antara lain melalui jalur:
1. Jalur Emden-Meyerhof-Parnas (EMP).
2. Jalur Entner-Doudoroff (E
3. Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP).
4. Jalur Heterofermentatif bakteri asam laktat.
5. Jalur Metabolisme asam piruvat secara anaerob.
C. Respirasi
Respirasi adalah proses oksidasi biologis dengan O2 sebagai aseptor elektronnya yang terakhir.
Pada jasad eukariotik proses ini terjadi di dalam mitokondria, sedang pada jasad prokariotik terjadi di bawah membran plasma atau pada mesosome.
D. Fotosintesis
Fotosintesis menggunakan cahaya sebagai sumber energi. Proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk mengabsorpsi energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia.
E. Penggunaan Energi Oleh Jasad
Energi digunakan dalam setiap reaksi endergonik dan reaksi eksergonik. Untuk memulai reaksi diperlukan energi aktivasi. Dalam setiap reaksi enzim mempunyai peranan penting. Proses yang memerlukan energi antara lain proses biosintesis molekul kecil dan molekul makro, yang akhirnya menuju ke pertumbuhan dan pembiakan; penyerapan unsur makanan, gerak, dan sebagainya.
F. Katabolisme Makromolekul
Terjadi proses peruraian, antara lain:
1. Peruraian Karbohidrat
2. Peruraian Lemak
3. Peruraian Protein
4. Peruraian Asam Nukleat
Dibantu oleh enzim, dan selanjutnya dimetabolisme lewat siklus Krebs
ENZIM MIKROBA
ENZIM MIKROBA
Enzim adalah katalisator organik (biokatalisator) yang dihasilkan oleh sel yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. Setelah reaksi berlangsung, enzim tidak mengalami perubahan jumlah, sehingga jumlah enzim sebelum dan setelah reaksi adalah tetap. Enzim mempunyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi.
A. Mekanisme Bekerjanya Enzim
Enzim meningkatkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi.
Energi aktivasi adalah energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan sehingga dapat bereaksi untuk membentuk senyawa lain.
Saat berlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan substratnya (reaktan) yang bersifat labil dan hanya untuk waktu yang singkat saja. Selanjutnya ikatan enzim-substrat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir.
Enzim yang terlepas kembali setelah reaksi dapat berfungsi lagi sebagai biokatalisator untuk reaksi yang sama.
B. Struktur Enzim
Pada umumnya enzim tersusun dari protein, dapat berupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein Dialisis enzim dapat memisahkan bagian-bagian protein, yaitu bagian protein yang disebut apoenzim dan bagian nonprotein yang berupa koenzim, gugus prostetis dan kofaktor ion logam. Masing-masing bagian tersebut apabila terpisah menjadi tidak aktif. Apoenzim apabila bergabung dengan bagian nonprotein disebut holoenzim yang bersifat aktif sebagai biokatalisator Koenzim dan gugus prostetik berfungsi sama. Koenzim adalah bagian yang terikat secara lemah pada apoenzim (protein), sedangkan gugus prostetik adalah bagian yang terikat dengan kuat pada apoenzim
Koenzim berfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim
C. Penggolongan Enzim
1. Berdasarkan tempat bekerjanya
1. Endoenzim, disebut juga enzim intraseluler, yaitu enzim yang bekerjanya di dalam sel
2. Eksoenzim, disebut juga enzim ekstraseluler, yaitu enzim yang bekerjanya di luar sel
2. Berdasarkan daya katalisis
1. Oksidoreduktase, mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi, yang merupakan pemindahan elektron, hidrogen, atau oksigen
2. Transferase, mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke molekul yang lain
3. Hidrolase, mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis
4. Liase, mengkatalisis pengambilan atau penambahan gugusan dari suatu molekul tanpa melalui proses hidrolisis
5. Isomerase, mengkatalisis reaksi isomerisasi
6. Ligase, mengkatalisis reaksi penggabungan 2 molekul dengan dibebaskannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat
7. Enzim lain dengan tatanama berbeda, enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas, misalnya enzim pepsin
3. Penggolongan enzim berdasar cara terbentuknya
1. Enzim konstitutif, enzim yang jumlahnya dipengaruhi kadar substratnya, misalnya: enzim amilase
2. Enzim adaptif, enzim yang pembentukannya dirangsang oleh adanya substrat, contoh: enzim beta galaktosidase yang dihasilkan oleh bakteri E.coli yang ditumbuhkan di dalam medium yang mengandung laktosa
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Reaksi Enzimatik
1. Substrat (reaktan).
2. Suhu.
3. Kemasaman (pH).
4. Penghambat Enzim (Inhibitor)
5. Aktivator (Penggiat) atau Kofaktor
6. Penginduksi (Induktor)
Enzim adalah katalisator organik (biokatalisator) yang dihasilkan oleh sel yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia. Setelah reaksi berlangsung, enzim tidak mengalami perubahan jumlah, sehingga jumlah enzim sebelum dan setelah reaksi adalah tetap. Enzim mempunyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi.
A. Mekanisme Bekerjanya Enzim
Enzim meningkatkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi.
Energi aktivasi adalah energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan sehingga dapat bereaksi untuk membentuk senyawa lain.
Saat berlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan substratnya (reaktan) yang bersifat labil dan hanya untuk waktu yang singkat saja. Selanjutnya ikatan enzim-substrat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir.
Enzim yang terlepas kembali setelah reaksi dapat berfungsi lagi sebagai biokatalisator untuk reaksi yang sama.
B. Struktur Enzim
Pada umumnya enzim tersusun dari protein, dapat berupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein Dialisis enzim dapat memisahkan bagian-bagian protein, yaitu bagian protein yang disebut apoenzim dan bagian nonprotein yang berupa koenzim, gugus prostetis dan kofaktor ion logam. Masing-masing bagian tersebut apabila terpisah menjadi tidak aktif. Apoenzim apabila bergabung dengan bagian nonprotein disebut holoenzim yang bersifat aktif sebagai biokatalisator Koenzim dan gugus prostetik berfungsi sama. Koenzim adalah bagian yang terikat secara lemah pada apoenzim (protein), sedangkan gugus prostetik adalah bagian yang terikat dengan kuat pada apoenzim
Koenzim berfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim
C. Penggolongan Enzim
1. Berdasarkan tempat bekerjanya
1. Endoenzim, disebut juga enzim intraseluler, yaitu enzim yang bekerjanya di dalam sel
2. Eksoenzim, disebut juga enzim ekstraseluler, yaitu enzim yang bekerjanya di luar sel
2. Berdasarkan daya katalisis
1. Oksidoreduktase, mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi, yang merupakan pemindahan elektron, hidrogen, atau oksigen
2. Transferase, mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke molekul yang lain
3. Hidrolase, mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis
4. Liase, mengkatalisis pengambilan atau penambahan gugusan dari suatu molekul tanpa melalui proses hidrolisis
5. Isomerase, mengkatalisis reaksi isomerisasi
6. Ligase, mengkatalisis reaksi penggabungan 2 molekul dengan dibebaskannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat
7. Enzim lain dengan tatanama berbeda, enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas, misalnya enzim pepsin
3. Penggolongan enzim berdasar cara terbentuknya
1. Enzim konstitutif, enzim yang jumlahnya dipengaruhi kadar substratnya, misalnya: enzim amilase
2. Enzim adaptif, enzim yang pembentukannya dirangsang oleh adanya substrat, contoh: enzim beta galaktosidase yang dihasilkan oleh bakteri E.coli yang ditumbuhkan di dalam medium yang mengandung laktosa
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Reaksi Enzimatik
1. Substrat (reaktan).
2. Suhu.
3. Kemasaman (pH).
4. Penghambat Enzim (Inhibitor)
5. Aktivator (Penggiat) atau Kofaktor
6. Penginduksi (Induktor)
FISIOLOGI PENCERNAAN
FISIOLOGI PENCERNAAN
Cara memperoleh makanannya, hewan terbagi 2 yaitu hewan heterotrop dan hewan mesotrop. Cara makan dan jenis makanan hewan sangat bervariasi tergantung susunan alat pencernaan dan kemampuan menyerap makanan, cara memperoleh makanan harus di dukung oleh alat yang memadai diantaranya organ pencernaan makanan, untuk mengubah bahan makanan kompleks menjadi sederhana, menyerap hasil pencernaan serta membawanya ke dalam darah, dan mengeluarkan sisa makanan yang tidak tercerna tidak diserap oleh tubuh. Pada hewan tingkat rendah tidak ada organ pencernaan dan pencernaannya secara intraseluler terjadi di dalam vakuola makanan. Sedangkan pada hewan tingkat tinggi makanan dicerna di dalam saluran yang sudah berkembang dengan baik, pencernaan makanan berlangsung di dalam organ gastrointestinal. Terdapat 3 daerah pencernaan pada hewan tingkat tinggi :
• Daerah penerimaan, yaitu mulut
• Daerah penyimpanan, terdiri atas empedal dan lambung yang merupakan pelebaran saluran gastroin tastinal depan dan fungsi utamanya sebagai tempat penyimpanan makanan
• Daerah pencernaan dan penyimpanan, proses prncernaan dan penyerapan berlangsung di dalam usus. Bahan makan dicerna lebih lanjut dengan bantuan enzim dan di uabah menjadi berbagai komponen penyusunnya agar dapat diserap dan digunakan secara optimal.
Fungsi system sirkulasi :
1. Menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan oksigen
2. Menjamin pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera
3. Berperan penting dalam penyebaran panas tubuh
4. Menyebarkan tekanan/kekuatan
Sitem sirkulasi pada hewan bervariasi tergantung tingkat perkembangan tubuh hewan, hewan tingkat rendah memiliki system sirkulasi sederhana sedangakan pada hewan tingkat tinggi sudah lengkap. Siistem sirkulasi tersusun atas 3 komponen utama yaitu jantung tubuler/vaskuler dan jantung berongga, jantung pada mamalia terletak di daerah dada dan dibubgkus oleh pembuluh pericardium dan memiliki 4 rongga pengaturan kecepatan denyut jantung dipengaruhi saraf simpatis dan saraf vagusfaktor-faktor lain yang mempengaruhi ritme denyut jantung diantaranya rangsang kimia seperti hormone dan perubahan kadar o2 dan cO2 ataupun rangsang panas, juga berbagai rangsang psikis mempengaruhi kecepatan denyut jantung. Pembuluh terdiri dari pembuluh darah dan pembuluh limfe. Pada vertebrata system pembuluh darah terdiri atas arteri, vena, dan kapiler. Kondisi pembuluh limfe pada berbagai hewan :
1. Vertebrata tingkat tinggi : saluran buntu dengan ujung terbuka. Fungsinya mengangkut kelebihan cairan diekresi ke sirkulasi darah
2. Invertebrate : tidak ditemuksn adanya pembuluh limfe
3. Hewan tingkat rendah : ditemukan berbgai bentuk peralihan yang menunjukan adanya perkembangan system pembuluh limfe
Yang ketiga cairan tubuh terdiri dari cairan intrasel dan cairan ekstra sel, pada ciran ekstra sel ditemukan pada berbagai tempat dengan sebutan yang berbeda yaitu cairan jaringan, cairan darah terdiri atas erotrosit, leukosit dan trombosit, ciran limfe dan hemolimfe. System sirkulasi pada hewan terdiri dari system sirkulasi terbuka ( molusca) dan system sirkulasi tertutup ( vertebrata).
Mekanisme pertukaran zat
Tekanan systole dan diastole manusia adalah 120/80 mm Hg artinya darah yang dipompa oleh jantung memberikan tekanan sebesar 120 mm Hg. Pertukaran zat antara pembuluh kapiler dan cairan ekstrasel , dinding kapiler yang semipermeabel dan tekanan darah yang tinggi mendorong cairan keluar dari pembuluh dengan ultrafiltasi namun protein plasma tetap dipertahankan dalm kapiler.
Sitem respirasi
Ada 2 yaitu respirasi eksternal dan respirasi internal. Organ respirasi pada hewan akuatik terdiri dari kulit ( hewan inaktif) dan insang ( hewan aktif), sedangkan organ respirasi hewan terrestrial yaitu paru-paru ( difusi) dan paru-paru buku juga trachea. Mekanisme respirasi terbagi 2 :
1. Mekanisme inspirasi,
2. Meaknisme ekspirasi
Transport zat dalam system respirasi
Transport zat dalam system respirasi yaitu transport O2 dan transport CO2. Pada transport O2 untung dan rugi hewan hidup dilingkungan akuatik dan terrestrial, hewan akuatik mengeluarkan energy lebih banyak daripada hewan terrestrial untuk mendapatkan oksigen, hewan yang bernafas di udara harus mengeluarkan energy tambahan untuk melawan gaya gravitasi, hewan yang bernafas di udara lebih mudah memperoleh oksigen daripada hewan akuatik, dan hewan akuatik mudah dan tidak bermasalah membuang CO2 kelingkungannya. Traktus respiraratorius terdiri atas : rongga hidung, pharynx, larynx, trachea, bronchi.
FISIOLOGI PENCERNAAN
Cara memperoleh makanannya, hewan terbagi 2 yaitu hewan heterotrop dan hewan mesotrop. Cara makan dan jenis makanan hewan sangat bervariasi tergantung susunan alat pencernaan dan kemampuan menyerap makanan, cara memperoleh makanan harus di dukung oleh alat yang memadai diantaranya organ pencernaan makanan, untuk mengubah bahan makanan kompleks menjadi sederhana, menyerap hasil pencernaan serta membawanya ke dalam darah, dan mengeluarkan sisa makanan yang tidak tercerna tidak diserap oleh tubuh. Pada hewan tingkat rendah tidak ada organ pencernaan dan pencernaannya secara intraseluler terjadi di dalam vakuola makanan. Sedangkan pada hewan tingkat tinggi makanan dicerna di dalam saluran yang sudah berkembang dengan baik, pencernaan makanan berlangsung di dalam organ gastrointestinal. Terdapat 3 daerah pencernaan pada hewan tingkat tinggi :
• Daerah penerimaan, yaitu mulut
• Daerah penyimpanan, terdiri atas empedal dan lambung yang merupakan pelebaran saluran gastroin tastinal depan dan fungsi utamanya sebagai tempat penyimpanan makanan
• Daerah pencernaan dan penyimpanan, proses prncernaan dan penyerapan berlangsung di dalam usus. Bahan makan dicerna lebih lanjut dengan bantuan enzim dan di uabah menjadi berbagai komponen penyusunnya agar dapat diserap dan digunakan secara optimal.
Fungsi system sirkulasi :
1. Menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan oksigen
2. Menjamin pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera
3. Berperan penting dalam penyebaran panas tubuh
4. Menyebarkan tekanan/kekuatan
Sitem sirkulasi pada hewan bervariasi tergantung tingkat perkembangan tubuh hewan, hewan tingkat rendah memiliki system sirkulasi sederhana sedangakan pada hewan tingkat tinggi sudah lengkap. Siistem sirkulasi tersusun atas 3 komponen utama yaitu jantung tubuler/vaskuler dan jantung berongga, jantung pada mamalia terletak di daerah dada dan dibubgkus oleh pembuluh pericardium dan memiliki 4 rongga pengaturan kecepatan denyut jantung dipengaruhi saraf simpatis dan saraf vagusfaktor-faktor lain yang mempengaruhi ritme denyut jantung diantaranya rangsang kimia seperti hormone dan perubahan kadar o2 dan cO2 ataupun rangsang panas, juga berbagai rangsang psikis mempengaruhi kecepatan denyut jantung. Pembuluh terdiri dari pembuluh darah dan pembuluh limfe. Pada vertebrata system pembuluh darah terdiri atas arteri, vena, dan kapiler. Kondisi pembuluh limfe pada berbagai hewan :
1. Vertebrata tingkat tinggi : saluran buntu dengan ujung terbuka. Fungsinya mengangkut kelebihan cairan diekresi ke sirkulasi darah
2. Invertebrate : tidak ditemuksn adanya pembuluh limfe
3. Hewan tingkat rendah : ditemukan berbgai bentuk peralihan yang menunjukan adanya perkembangan system pembuluh limfe
Yang ketiga cairan tubuh terdiri dari cairan intrasel dan cairan ekstra sel, pada ciran ekstra sel ditemukan pada berbagai tempat dengan sebutan yang berbeda yaitu cairan jaringan, cairan darah terdiri atas erotrosit, leukosit dan trombosit, ciran limfe dan hemolimfe. System sirkulasi pada hewan terdiri dari system sirkulasi terbuka ( molusca) dan system sirkulasi tertutup ( vertebrata).
Mekanisme pertukaran zat
Tekanan systole dan diastole manusia adalah 120/80 mm Hg artinya darah yang dipompa oleh jantung memberikan tekanan sebesar 120 mm Hg. Pertukaran zat antara pembuluh kapiler dan cairan ekstrasel , dinding kapiler yang semipermeabel dan tekanan darah yang tinggi mendorong cairan keluar dari pembuluh dengan ultrafiltasi namun protein plasma tetap dipertahankan dalm kapiler.
Sitem respirasi
Ada 2 yaitu respirasi eksternal dan respirasi internal. Organ respirasi pada hewan akuatik terdiri dari kulit ( hewan inaktif) dan insang ( hewan aktif), sedangkan organ respirasi hewan terrestrial yaitu paru-paru ( difusi) dan paru-paru buku juga trachea. Mekanisme respirasi terbagi 2 :
1. Mekanisme inspirasi,
2. Meaknisme ekspirasi
Transport zat dalam system respirasi
Transport zat dalam system respirasi yaitu transport O2 dan transport CO2. Pada transport O2 untung dan rugi hewan hidup dilingkungan akuatik dan terrestrial, hewan akuatik mengeluarkan energy lebih banyak daripada hewan terrestrial untuk mendapatkan oksigen, hewan yang bernafas di udara harus mengeluarkan energy tambahan untuk melawan gaya gravitasi, hewan yang bernafas di udara lebih mudah memperoleh oksigen daripada hewan akuatik, dan hewan akuatik mudah dan tidak bermasalah membuang CO2 kelingkungannya. Traktus respiraratorius terdiri atas : rongga hidung, pharynx, larynx, trachea, bronchi.
Cara memperoleh makanannya, hewan terbagi 2 yaitu hewan heterotrop dan hewan mesotrop. Cara makan dan jenis makanan hewan sangat bervariasi tergantung susunan alat pencernaan dan kemampuan menyerap makanan, cara memperoleh makanan harus di dukung oleh alat yang memadai diantaranya organ pencernaan makanan, untuk mengubah bahan makanan kompleks menjadi sederhana, menyerap hasil pencernaan serta membawanya ke dalam darah, dan mengeluarkan sisa makanan yang tidak tercerna tidak diserap oleh tubuh. Pada hewan tingkat rendah tidak ada organ pencernaan dan pencernaannya secara intraseluler terjadi di dalam vakuola makanan. Sedangkan pada hewan tingkat tinggi makanan dicerna di dalam saluran yang sudah berkembang dengan baik, pencernaan makanan berlangsung di dalam organ gastrointestinal. Terdapat 3 daerah pencernaan pada hewan tingkat tinggi :
• Daerah penerimaan, yaitu mulut
• Daerah penyimpanan, terdiri atas empedal dan lambung yang merupakan pelebaran saluran gastroin tastinal depan dan fungsi utamanya sebagai tempat penyimpanan makanan
• Daerah pencernaan dan penyimpanan, proses prncernaan dan penyerapan berlangsung di dalam usus. Bahan makan dicerna lebih lanjut dengan bantuan enzim dan di uabah menjadi berbagai komponen penyusunnya agar dapat diserap dan digunakan secara optimal.
Fungsi system sirkulasi :
1. Menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan oksigen
2. Menjamin pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera
3. Berperan penting dalam penyebaran panas tubuh
4. Menyebarkan tekanan/kekuatan
Sitem sirkulasi pada hewan bervariasi tergantung tingkat perkembangan tubuh hewan, hewan tingkat rendah memiliki system sirkulasi sederhana sedangakan pada hewan tingkat tinggi sudah lengkap. Siistem sirkulasi tersusun atas 3 komponen utama yaitu jantung tubuler/vaskuler dan jantung berongga, jantung pada mamalia terletak di daerah dada dan dibubgkus oleh pembuluh pericardium dan memiliki 4 rongga pengaturan kecepatan denyut jantung dipengaruhi saraf simpatis dan saraf vagusfaktor-faktor lain yang mempengaruhi ritme denyut jantung diantaranya rangsang kimia seperti hormone dan perubahan kadar o2 dan cO2 ataupun rangsang panas, juga berbagai rangsang psikis mempengaruhi kecepatan denyut jantung. Pembuluh terdiri dari pembuluh darah dan pembuluh limfe. Pada vertebrata system pembuluh darah terdiri atas arteri, vena, dan kapiler. Kondisi pembuluh limfe pada berbagai hewan :
1. Vertebrata tingkat tinggi : saluran buntu dengan ujung terbuka. Fungsinya mengangkut kelebihan cairan diekresi ke sirkulasi darah
2. Invertebrate : tidak ditemuksn adanya pembuluh limfe
3. Hewan tingkat rendah : ditemukan berbgai bentuk peralihan yang menunjukan adanya perkembangan system pembuluh limfe
Yang ketiga cairan tubuh terdiri dari cairan intrasel dan cairan ekstra sel, pada ciran ekstra sel ditemukan pada berbagai tempat dengan sebutan yang berbeda yaitu cairan jaringan, cairan darah terdiri atas erotrosit, leukosit dan trombosit, ciran limfe dan hemolimfe. System sirkulasi pada hewan terdiri dari system sirkulasi terbuka ( molusca) dan system sirkulasi tertutup ( vertebrata).
Mekanisme pertukaran zat
Tekanan systole dan diastole manusia adalah 120/80 mm Hg artinya darah yang dipompa oleh jantung memberikan tekanan sebesar 120 mm Hg. Pertukaran zat antara pembuluh kapiler dan cairan ekstrasel , dinding kapiler yang semipermeabel dan tekanan darah yang tinggi mendorong cairan keluar dari pembuluh dengan ultrafiltasi namun protein plasma tetap dipertahankan dalm kapiler.
Sitem respirasi
Ada 2 yaitu respirasi eksternal dan respirasi internal. Organ respirasi pada hewan akuatik terdiri dari kulit ( hewan inaktif) dan insang ( hewan aktif), sedangkan organ respirasi hewan terrestrial yaitu paru-paru ( difusi) dan paru-paru buku juga trachea. Mekanisme respirasi terbagi 2 :
1. Mekanisme inspirasi,
2. Meaknisme ekspirasi
Transport zat dalam system respirasi
Transport zat dalam system respirasi yaitu transport O2 dan transport CO2. Pada transport O2 untung dan rugi hewan hidup dilingkungan akuatik dan terrestrial, hewan akuatik mengeluarkan energy lebih banyak daripada hewan terrestrial untuk mendapatkan oksigen, hewan yang bernafas di udara harus mengeluarkan energy tambahan untuk melawan gaya gravitasi, hewan yang bernafas di udara lebih mudah memperoleh oksigen daripada hewan akuatik, dan hewan akuatik mudah dan tidak bermasalah membuang CO2 kelingkungannya. Traktus respiraratorius terdiri atas : rongga hidung, pharynx, larynx, trachea, bronchi.
FISIOLOGI PENCERNAAN
Cara memperoleh makanannya, hewan terbagi 2 yaitu hewan heterotrop dan hewan mesotrop. Cara makan dan jenis makanan hewan sangat bervariasi tergantung susunan alat pencernaan dan kemampuan menyerap makanan, cara memperoleh makanan harus di dukung oleh alat yang memadai diantaranya organ pencernaan makanan, untuk mengubah bahan makanan kompleks menjadi sederhana, menyerap hasil pencernaan serta membawanya ke dalam darah, dan mengeluarkan sisa makanan yang tidak tercerna tidak diserap oleh tubuh. Pada hewan tingkat rendah tidak ada organ pencernaan dan pencernaannya secara intraseluler terjadi di dalam vakuola makanan. Sedangkan pada hewan tingkat tinggi makanan dicerna di dalam saluran yang sudah berkembang dengan baik, pencernaan makanan berlangsung di dalam organ gastrointestinal. Terdapat 3 daerah pencernaan pada hewan tingkat tinggi :
• Daerah penerimaan, yaitu mulut
• Daerah penyimpanan, terdiri atas empedal dan lambung yang merupakan pelebaran saluran gastroin tastinal depan dan fungsi utamanya sebagai tempat penyimpanan makanan
• Daerah pencernaan dan penyimpanan, proses prncernaan dan penyerapan berlangsung di dalam usus. Bahan makan dicerna lebih lanjut dengan bantuan enzim dan di uabah menjadi berbagai komponen penyusunnya agar dapat diserap dan digunakan secara optimal.
Fungsi system sirkulasi :
1. Menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan oksigen
2. Menjamin pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera
3. Berperan penting dalam penyebaran panas tubuh
4. Menyebarkan tekanan/kekuatan
Sitem sirkulasi pada hewan bervariasi tergantung tingkat perkembangan tubuh hewan, hewan tingkat rendah memiliki system sirkulasi sederhana sedangakan pada hewan tingkat tinggi sudah lengkap. Siistem sirkulasi tersusun atas 3 komponen utama yaitu jantung tubuler/vaskuler dan jantung berongga, jantung pada mamalia terletak di daerah dada dan dibubgkus oleh pembuluh pericardium dan memiliki 4 rongga pengaturan kecepatan denyut jantung dipengaruhi saraf simpatis dan saraf vagusfaktor-faktor lain yang mempengaruhi ritme denyut jantung diantaranya rangsang kimia seperti hormone dan perubahan kadar o2 dan cO2 ataupun rangsang panas, juga berbagai rangsang psikis mempengaruhi kecepatan denyut jantung. Pembuluh terdiri dari pembuluh darah dan pembuluh limfe. Pada vertebrata system pembuluh darah terdiri atas arteri, vena, dan kapiler. Kondisi pembuluh limfe pada berbagai hewan :
1. Vertebrata tingkat tinggi : saluran buntu dengan ujung terbuka. Fungsinya mengangkut kelebihan cairan diekresi ke sirkulasi darah
2. Invertebrate : tidak ditemuksn adanya pembuluh limfe
3. Hewan tingkat rendah : ditemukan berbgai bentuk peralihan yang menunjukan adanya perkembangan system pembuluh limfe
Yang ketiga cairan tubuh terdiri dari cairan intrasel dan cairan ekstra sel, pada ciran ekstra sel ditemukan pada berbagai tempat dengan sebutan yang berbeda yaitu cairan jaringan, cairan darah terdiri atas erotrosit, leukosit dan trombosit, ciran limfe dan hemolimfe. System sirkulasi pada hewan terdiri dari system sirkulasi terbuka ( molusca) dan system sirkulasi tertutup ( vertebrata).
Mekanisme pertukaran zat
Tekanan systole dan diastole manusia adalah 120/80 mm Hg artinya darah yang dipompa oleh jantung memberikan tekanan sebesar 120 mm Hg. Pertukaran zat antara pembuluh kapiler dan cairan ekstrasel , dinding kapiler yang semipermeabel dan tekanan darah yang tinggi mendorong cairan keluar dari pembuluh dengan ultrafiltasi namun protein plasma tetap dipertahankan dalm kapiler.
Sitem respirasi
Ada 2 yaitu respirasi eksternal dan respirasi internal. Organ respirasi pada hewan akuatik terdiri dari kulit ( hewan inaktif) dan insang ( hewan aktif), sedangkan organ respirasi hewan terrestrial yaitu paru-paru ( difusi) dan paru-paru buku juga trachea. Mekanisme respirasi terbagi 2 :
1. Mekanisme inspirasi,
2. Meaknisme ekspirasi
Transport zat dalam system respirasi
Transport zat dalam system respirasi yaitu transport O2 dan transport CO2. Pada transport O2 untung dan rugi hewan hidup dilingkungan akuatik dan terrestrial, hewan akuatik mengeluarkan energy lebih banyak daripada hewan terrestrial untuk mendapatkan oksigen, hewan yang bernafas di udara harus mengeluarkan energy tambahan untuk melawan gaya gravitasi, hewan yang bernafas di udara lebih mudah memperoleh oksigen daripada hewan akuatik, dan hewan akuatik mudah dan tidak bermasalah membuang CO2 kelingkungannya. Traktus respiraratorius terdiri atas : rongga hidung, pharynx, larynx, trachea, bronchi.
FISIOLOGI ENDOKRIN
FISIOLOGI ENDOKRIN
Endokrinologi adalah cabang ilmu biologi yang membahas tentang hormon dan aktivitasnya. System endokrin pada vertebrata sebagai kendali sedangkan pada invertebrate sebagai kordinasi dalam fisiologis tubuh hewan. Efek hormone terhadap tubuh hewan , hormone sebagai reseptor khusus organ sasaran) menuju ikatan yang sesuai dan tepat. Yang menimbulkan efek kehidupan yaitu aktivitas kehidupan. Hormon dalam aktivitas kehidupan bekerjasa dengan system saraf, yaitu dalam osmoregulasi perkembangan pertumbuhan peredaran darah denyut jantung sedangkan pada komposisi darah yaitu pergantian reproduksi pengeluaran regenerasi.
Komponen penyusun organ endokrin
• Sel Neurosekretori ( pada hewan tingkat rendah/hewan tingkar tinggi ) : berbentuk seperti sel sarf dan penghasil hormon.
• Sel endokrin sejati : berbentuk tidak seperti sel saraf, berfungsi sejati sebagai penghasil hormonyang dihasilkan secara langsung dilepaskan ke dalam darah (terdapat pada vertebrata dan intervertebrata ).
Klasifikasi Hormon
• Hormon protein, jumlah asam aminonya bervariasi tergantung pada speseis dan terdiri atas polimer asam amino dan tidal larut dalam lemak.
• Hormone steroid, dihasilkan dari metabolism dan proses konversi kolestrol yang mengandung 27 atom karbon dan larut dalam lemak.
• Hormone asam amino, berasal dari asam amino yang mengalami modofikasi.
Zat kimia yang menyerupai hormone : bradikinin, eritropuitin, hormone thymic, dan feromon.
Klasifikasi Hormon :
Berdasarkan fungsi
• Hormon perkembangan : hormone yang memegang peranan di dalam perkembangan, pertumbuhan, dan reprodoksi.
• Hormone metabolisme, mempunyai peranan dalam proses metabolisme.
• Hormone trofik, merangsang kelenjar endokrin untuk menghasilkan hormon
• Hormone pengatur metabolisme mineral dan air
• Hormone pengatur sitem kardiovaskuler, mengatur aktivtas konduksi dan kontraksi jantung
Sintesis hormone dan pengaturannya
Tahapan proses sintesis hormone
• Tahap pertama, hormone disintesis dalam RE kasar yang terdiri dari poliribosom dan melekat
• Tahap kedua, melalui sisteme hormone dihantarkan kedalam apparatus golgi baik secara langsung
• Tahap ketiga, di dalam apparatus golgi dibentuk butir-butir sekretoris yang mengandung hormone yang masih sedikit selanjutnya akan menjadi dewasa
• Tahap keempat, setelah dewasa butir-butir sekretoris kemudiaan dihantar kea rah membrane plasma, selanjutnya terjadi fusi antara membrane plasma dengan butir-butir sekretoris dan akhirnya akan terjadi sekresi hormone yang terdapat di dalam butir-butir sekretoris dengan jalan eksesotis ke dalam cairan ekstraseluler
Sitesis hormone protein
• Transkripsi merupakan proses pembentukan RNA dari templet DNA
• Translasi langkah ini terjadi di RE kasar
Aksi hormone pada membran :
• Asi pertama, hormone berikatan dengan reseptor yang mengakibatkan aktivasi-G dan terjadi fosforilasi GDP menjadi GTP
• Aksi kedua, mengaktifakn molekul adenil siklase untuk melepaskan gugus fosfat dari ATP sehingga terbentuk AMP siklik.
• Tahap ketiga, marupakan posforilasi tahap akhir yang akan menimbulkan tanggapan sel terhadap hormone
Aksi resptor hormone pada sitoplasma :
Reseptor sitosilik : reseptor hormone yang terdapat dalam sitoplasma sel sasaran dan digunakan oleh hormon steroid dan hormone turunan asam amino. System endokrin pada hewan invertebrate, tidak punya organ sekresi hormon tapi mempunyai sel neurosekretori. System endokrin pada vertebrata mempunyai hipotalamus kelenjar induk, kelenjar endokrin tepi, dan pituitary.
Endokrinologi adalah cabang ilmu biologi yang membahas tentang hormon dan aktivitasnya. System endokrin pada vertebrata sebagai kendali sedangkan pada invertebrate sebagai kordinasi dalam fisiologis tubuh hewan. Efek hormone terhadap tubuh hewan , hormone sebagai reseptor khusus organ sasaran) menuju ikatan yang sesuai dan tepat. Yang menimbulkan efek kehidupan yaitu aktivitas kehidupan. Hormon dalam aktivitas kehidupan bekerjasa dengan system saraf, yaitu dalam osmoregulasi perkembangan pertumbuhan peredaran darah denyut jantung sedangkan pada komposisi darah yaitu pergantian reproduksi pengeluaran regenerasi.
Komponen penyusun organ endokrin
• Sel Neurosekretori ( pada hewan tingkat rendah/hewan tingkar tinggi ) : berbentuk seperti sel sarf dan penghasil hormon.
• Sel endokrin sejati : berbentuk tidak seperti sel saraf, berfungsi sejati sebagai penghasil hormonyang dihasilkan secara langsung dilepaskan ke dalam darah (terdapat pada vertebrata dan intervertebrata ).
Klasifikasi Hormon
• Hormon protein, jumlah asam aminonya bervariasi tergantung pada speseis dan terdiri atas polimer asam amino dan tidal larut dalam lemak.
• Hormone steroid, dihasilkan dari metabolism dan proses konversi kolestrol yang mengandung 27 atom karbon dan larut dalam lemak.
• Hormone asam amino, berasal dari asam amino yang mengalami modofikasi.
Zat kimia yang menyerupai hormone : bradikinin, eritropuitin, hormone thymic, dan feromon.
Klasifikasi Hormon :
Berdasarkan fungsi
• Hormon perkembangan : hormone yang memegang peranan di dalam perkembangan, pertumbuhan, dan reprodoksi.
• Hormone metabolisme, mempunyai peranan dalam proses metabolisme.
• Hormone trofik, merangsang kelenjar endokrin untuk menghasilkan hormon
• Hormone pengatur metabolisme mineral dan air
• Hormone pengatur sitem kardiovaskuler, mengatur aktivtas konduksi dan kontraksi jantung
Sintesis hormone dan pengaturannya
Tahapan proses sintesis hormone
• Tahap pertama, hormone disintesis dalam RE kasar yang terdiri dari poliribosom dan melekat
• Tahap kedua, melalui sisteme hormone dihantarkan kedalam apparatus golgi baik secara langsung
• Tahap ketiga, di dalam apparatus golgi dibentuk butir-butir sekretoris yang mengandung hormone yang masih sedikit selanjutnya akan menjadi dewasa
• Tahap keempat, setelah dewasa butir-butir sekretoris kemudiaan dihantar kea rah membrane plasma, selanjutnya terjadi fusi antara membrane plasma dengan butir-butir sekretoris dan akhirnya akan terjadi sekresi hormone yang terdapat di dalam butir-butir sekretoris dengan jalan eksesotis ke dalam cairan ekstraseluler
Sitesis hormone protein
• Transkripsi merupakan proses pembentukan RNA dari templet DNA
• Translasi langkah ini terjadi di RE kasar
Aksi hormone pada membran :
• Asi pertama, hormone berikatan dengan reseptor yang mengakibatkan aktivasi-G dan terjadi fosforilasi GDP menjadi GTP
• Aksi kedua, mengaktifakn molekul adenil siklase untuk melepaskan gugus fosfat dari ATP sehingga terbentuk AMP siklik.
• Tahap ketiga, marupakan posforilasi tahap akhir yang akan menimbulkan tanggapan sel terhadap hormone
Aksi resptor hormone pada sitoplasma :
Reseptor sitosilik : reseptor hormone yang terdapat dalam sitoplasma sel sasaran dan digunakan oleh hormon steroid dan hormone turunan asam amino. System endokrin pada hewan invertebrate, tidak punya organ sekresi hormon tapi mempunyai sel neurosekretori. System endokrin pada vertebrata mempunyai hipotalamus kelenjar induk, kelenjar endokrin tepi, dan pituitary.
FISIOLOGI EFEKTOR DAN RESEPTOR
FISIOLOGI RESEPTOR DAN EFEKTOR
Suatu orgnisme akan menerima rangsang baik dari dalam maupun dari luar. Sensor tersebut akan diterima oleh reseptor dan akan ditanggapi oleh efektor.
RESEPTOR
a. Struktur
• Reseptor saraf (sederhana, rumit)
• Reseptor bukan saraf
b. Jenis rangsang
• Kemoreseptor
• Termoreseptor
• Mekanoreseptor
• Fotoreseptor
• Magnetoreseptor
• Elektroreseptor
c. Lokasi Rangsang
• Interoreseptor
• Eksteroreseptor
EFEKTOR
Efektor merupakan alat penghasil tanggapan, yang terlihat berupa gerakan tubuh, dan yang tidak terlihat berupa sekresi hormon, yang dihaslkan tergantung jenis rangsang dan jenis efektor. Proses tanggapan terdiri dari tanggapan perubahan gerak, tanggapan perubhan warna, dan tanggapan pelepasan arus listrik.
Suatu orgnisme akan menerima rangsang baik dari dalam maupun dari luar. Sensor tersebut akan diterima oleh reseptor dan akan ditanggapi oleh efektor.
RESEPTOR
a. Struktur
• Reseptor saraf (sederhana, rumit)
• Reseptor bukan saraf
b. Jenis rangsang
• Kemoreseptor
• Termoreseptor
• Mekanoreseptor
• Fotoreseptor
• Magnetoreseptor
• Elektroreseptor
c. Lokasi Rangsang
• Interoreseptor
• Eksteroreseptor
EFEKTOR
Efektor merupakan alat penghasil tanggapan, yang terlihat berupa gerakan tubuh, dan yang tidak terlihat berupa sekresi hormon, yang dihaslkan tergantung jenis rangsang dan jenis efektor. Proses tanggapan terdiri dari tanggapan perubahan gerak, tanggapan perubhan warna, dan tanggapan pelepasan arus listrik.
FISIOLOGI SARAF
FISIOLOGI SARAF
Segala aktivitas hidup hewan baik yang unisel maupun multi sel diatur oleh sel (hewn unisel oleh satu sel dan yang multisel oleh beberapa sel).
Pada hewan multisel, aktivitas hidup dilaksanakan oleh beberapa sel agar meringankan tugas sel. Hewan harus mampu mengendalikan dan mengkoordinasikan berbagai macam aktivitas, maka daripada itu diperlukan sistem organ untuk fungsi kendali dan koordinasi (sistem saraf dan sistem hormonal bekerjasama dengan sistem neurohormon atau neuroendokrinal).
Sel Penyusun Sistem Saraf
Sel penyusun sistem saraf terdiri dari neuron dan sel glia. Neuron terdiri dari neuron sensorik (membawa rangsang dari daerah tepi (perifer tubuh) ke pusat saraf (otak dan sumsum tulang belakang atau medulla spinalis), interneuron (penghubung antara neuron sensorik dan motorik), dan neuron motorik (membawa rangsang dari pusat saraf ke daerah tepi (perifer tubuh).
Bentuk sel Saraf : Unipolar membawa rangsang dari pusat saraf ke daerah tepi (perifer tubuh).
Bentuk sel Saraf : Unipolar, bipolar, multipolar
Komponen Sel Saraf
a. Badan Sel (berfungsi sebagai tempat sintesis neurotransmiter)
b. Dendrit (berfungsi sebagai penerima rangsang dan membawanya ke badan sel)
c. Akson (berfungsi menjalarkan impuls ke ujung akson)
Komponen Penyusun Sistem Saraf
a. Otak
b. Serabut saraf (kumpulan akson dari sejumlah sel saraf)
• Sejenis (aferen/tersusun atas sejumlah akson sel saraf sensorik, eferen/ tersusun atas sejumlah akson sel saraf sensorik)
• Campuran (tersusun atas sejumlah akson sel saraf sensorik dan motorik)
c. Pleksus : jaringan serabut saraf yang tidak teratur, berfungsi sebagai sistem saraf pusat, apabila terdapat kumpulan neuron yang difus maka di dalamnya ada sinaps.
d. Ganglia : kumpulan sel saraf berbentuk nodul, dilapisi jaringan konektif, mempunyai badan sel dan serabut saraf, ditemukan adanya sinaps.
Polarisasi
Sel saraf dalam keadaan istirahat / keadaan sedang tidak menjalarkan rangsang akan terpolarisasi (muatan yang lebih negatif disisi dalam membran, dan muatan yang lebih positif disisi luar membran), membran sel saraf bersifat impermeabel terhadap ion natrium dan permeabel terhadap ion kalium.
Potensial istirahat, merupakan besarnya potensial membran yang diukur saat sel dalam keadaan istirahat. Besarnya bervariasi, tergantung pada jenis selnya dan hal ini menunjukkan keadaan elektrolis antara sisi dalam membran dengan sisi luar membran. Perbedaan potensial tersebut disebabkan oleh adanya distribusi ion natriun dan kalium yang tidak seimbang di antara kedua sisi membran sel saraf. Membran sel saraf akan mengalami perubahan elektrokimia fisiologi, sehingga muatan dalm membran positif dan muatan di luar membran negatif, dan sel saraf akan mengalami depolarisasi.
Penjalaran Impuls
Penjalaran impuls merupakan peristiwa penjalaran potensial aksi di sepanjang akson yang terjadi secara konduksi dan lambat. Kecuali pada akson bermielin impuls menyebar dengan sangat cepat karena bagian akson yang bermielin tidak dapat ditembus ion, ion hanya keluar dan masuk aksoplasma pada bagian simpul Ranvier yang tidak dilapisi selubung mielin.
Perpindahan impuls melintasi sinaps
Impuls akan mengenai ujung akson dan sel lainnya lalu diteruskan dan akan melintasi sinaps (tempat perteuan antara akson dari suatu sel saraf dengan sel saraf lainnya atau dengan sel lain), ini merupakan transmisi sinaptik.
Organisai Sistem Saraf Vertebrata
Susunan Saraf Pusat :
Otak
Medulla spinalis
Susunan Sara Tepi
Divisi motorik
Susunan saraf Otonom (Otot polos dan otot jantung, di luar kontrol kesadaran)
Divisi Simpatik
Divisi Parasimpatik
Susunan saraf Somatis (Otot skelet dibawah kontrol kesadaran)
Divisi Sensorik
Segala aktivitas hidup hewan baik yang unisel maupun multi sel diatur oleh sel (hewn unisel oleh satu sel dan yang multisel oleh beberapa sel).
Pada hewan multisel, aktivitas hidup dilaksanakan oleh beberapa sel agar meringankan tugas sel. Hewan harus mampu mengendalikan dan mengkoordinasikan berbagai macam aktivitas, maka daripada itu diperlukan sistem organ untuk fungsi kendali dan koordinasi (sistem saraf dan sistem hormonal bekerjasama dengan sistem neurohormon atau neuroendokrinal).
Sel Penyusun Sistem Saraf
Sel penyusun sistem saraf terdiri dari neuron dan sel glia. Neuron terdiri dari neuron sensorik (membawa rangsang dari daerah tepi (perifer tubuh) ke pusat saraf (otak dan sumsum tulang belakang atau medulla spinalis), interneuron (penghubung antara neuron sensorik dan motorik), dan neuron motorik (membawa rangsang dari pusat saraf ke daerah tepi (perifer tubuh).
Bentuk sel Saraf : Unipolar membawa rangsang dari pusat saraf ke daerah tepi (perifer tubuh).
Bentuk sel Saraf : Unipolar, bipolar, multipolar
Komponen Sel Saraf
a. Badan Sel (berfungsi sebagai tempat sintesis neurotransmiter)
b. Dendrit (berfungsi sebagai penerima rangsang dan membawanya ke badan sel)
c. Akson (berfungsi menjalarkan impuls ke ujung akson)
Komponen Penyusun Sistem Saraf
a. Otak
b. Serabut saraf (kumpulan akson dari sejumlah sel saraf)
• Sejenis (aferen/tersusun atas sejumlah akson sel saraf sensorik, eferen/ tersusun atas sejumlah akson sel saraf sensorik)
• Campuran (tersusun atas sejumlah akson sel saraf sensorik dan motorik)
c. Pleksus : jaringan serabut saraf yang tidak teratur, berfungsi sebagai sistem saraf pusat, apabila terdapat kumpulan neuron yang difus maka di dalamnya ada sinaps.
d. Ganglia : kumpulan sel saraf berbentuk nodul, dilapisi jaringan konektif, mempunyai badan sel dan serabut saraf, ditemukan adanya sinaps.
Polarisasi
Sel saraf dalam keadaan istirahat / keadaan sedang tidak menjalarkan rangsang akan terpolarisasi (muatan yang lebih negatif disisi dalam membran, dan muatan yang lebih positif disisi luar membran), membran sel saraf bersifat impermeabel terhadap ion natrium dan permeabel terhadap ion kalium.
Potensial istirahat, merupakan besarnya potensial membran yang diukur saat sel dalam keadaan istirahat. Besarnya bervariasi, tergantung pada jenis selnya dan hal ini menunjukkan keadaan elektrolis antara sisi dalam membran dengan sisi luar membran. Perbedaan potensial tersebut disebabkan oleh adanya distribusi ion natriun dan kalium yang tidak seimbang di antara kedua sisi membran sel saraf. Membran sel saraf akan mengalami perubahan elektrokimia fisiologi, sehingga muatan dalm membran positif dan muatan di luar membran negatif, dan sel saraf akan mengalami depolarisasi.
Penjalaran Impuls
Penjalaran impuls merupakan peristiwa penjalaran potensial aksi di sepanjang akson yang terjadi secara konduksi dan lambat. Kecuali pada akson bermielin impuls menyebar dengan sangat cepat karena bagian akson yang bermielin tidak dapat ditembus ion, ion hanya keluar dan masuk aksoplasma pada bagian simpul Ranvier yang tidak dilapisi selubung mielin.
Perpindahan impuls melintasi sinaps
Impuls akan mengenai ujung akson dan sel lainnya lalu diteruskan dan akan melintasi sinaps (tempat perteuan antara akson dari suatu sel saraf dengan sel saraf lainnya atau dengan sel lain), ini merupakan transmisi sinaptik.
Organisai Sistem Saraf Vertebrata
Susunan Saraf Pusat :
Otak
Medulla spinalis
Susunan Sara Tepi
Divisi motorik
Susunan saraf Otonom (Otot polos dan otot jantung, di luar kontrol kesadaran)
Divisi Simpatik
Divisi Parasimpatik
Susunan saraf Somatis (Otot skelet dibawah kontrol kesadaran)
Divisi Sensorik
Langganan:
Postingan (Atom)